Perjuangan Sampai Mati

Wilayah kekuasaannya Tuhan hanya berlaku pada wilayah kekuasaan Tuhan, wilayah kekuasaaan manusia hanya berlaku pada wilayah kekuasaan manusia. Demikianlah kenyataan hidup yang harus dijalani didunia ini. Terkadang kita sering menjalani hidup dengan memasrahkan urusan dunia kita kepada tuhan yang mengakibatkan timbulkan sikap pasrah terhadap kenyataan yang seharusnya diperjuangkan. Pesimis dengan perjuangan yang telah tuhan serahkan kepada kita dengan bebas menentukan arah kehidupan kita.

Dari bebrapa peristiwa yang mungkin kita semua pernah merasakan. Ketika ususan dunia kita yang telah kita lakukan mengalami jalan berbatu jurang dan bahkan buntu. Seketika kita memasrahkan kepada Tuhan. Tampa melakukan sesuatu atau mencari jalan keluar, kita sadari yang demikian itu adalah sifat pesimis yang mungkin tuhan pun tidak menginginkan ummatnnya melakukan demikian.

Kebiasaan kita yang sering menganggap bahwa kita telah berusaha biarlah tuhan yang menentukan. Adalah hal yang tampa kita sadari. Jika hasil yang terjadi adalah sebaliknya maka dampak yang akan terjadi adalah kita akan menyalahkan tuhan kenapa demikian, seharusnya demikian dan seterusnya.

Ada banyak hal yang telah kita jalani dan sadari bahwa urusan didunia ini murni membutuhkan perjuangan dan kekuatan. Tidak dengan pasrah atau menyerahkan hasilnya kepada tuhan yang menentukan. Ada ungkapan yang kurang lebih begini. Kita masih hidup di dunia dan semuanya butuh perjuangan kita. Kita tidak sedang hidup di surga yang segalanya telah tersedia. Serba ada. Dari ungkapan ini kemudian urusan di dunia adalah urusan manusia. Bahkan hasil perjuangan pun manusialah yang harus meastikan.

Ketika kegagalan dari urusan kehidupan dunia ini ada adalah murni kesalahan, kalalaian, kelemahan, keserakahan manusia itu sendiri. Dan kita harus mengakuinya bukan malah menganggap bahwa belum rejeki, atau bahkan belum kehendak tuhan. Yang akan memperparah melemahkan keimanan kita kepad tuhan.

Mungkin sebagian datau bahkan banyak dari kita yang sering mendengar bahwa rejeki, jodoh, takdir adalah urusan tuhan. Kita hanya menjalani. Apabila ungkapan ini juga yang anda rasakan atau pikirkan maka segeralah sadar. Dan pikirkan apa yang akan saya sampaikan. Soal rejeki jodoh dan takdir tidak akan kita temukan dan rasakan tampa tidak melakukan sesuatu. Ketika mengininkan menjadi kaya atau memiliki jodoh,  maka kita harus bekerja keras, berjuang, mencari dan pertaruhkan segalanya. Karena hidup yang tidak dipertarukan dan tidak diperjuangkan tidak akan menang atau mendapatkan apa-apa.

Ingatlah bahwa ketentuan tuhan itu iya pasti. Semua mahluk diciptakan berpasangan. Semua mahluk yang di ciptakan memiliki rejeki yang cukup. Namun semua itu tidak akan kita miliki ketika kita hanya pasrah cenderung pesimis dan tidak melakuakan perjuangan. Karena yang pasti dan tidak dapat diperjuangkan dan tidak perlu di cari hanya  matim karena  yang pasti dan tidak membutuhkan pertarungan hanyalah mati
                                                                        by Supianto

Komentar